Rabu, 17 Oktober 2012

pintar vs kebaikan hati

sekarang yang kulihat hanyalah kenyataan pahit namun tampak jelas dan terasa sakit tuk diserap
intelektualitas menjadi prioritas utama dalam hidup yang hanya dapat dirasa oleh orang yang selalu diberi kelebihan untuk itu
aku yang terlahir dari anak yang tak mengerti apakah makna kebanggaan intelektualitas itu
 hanya bisa menahan perih beban derita ini
hanya bisa menonton dan mengagumi mereka yang diberi keistimewaan itu
aku sadar aku hanyalah anak yang diberi kebaikan hati
namun
kebaikan hati dirasa tak memiliki makna apapaun di mata manusia yang tampak sempurna itu
yang selalu dibanggakan hanyalah "aku"berotak encer,"aku"'terbelakang namun terdepan dalam prestasi
"aku yang aktif dalam segala kegiatan namun indek prestasiku selalu tertinggi
"aku"yang jahat namun dikejar karena kepandaianku
"aku"yang selalu bermulut besar dengan kecerdasanku
aku tahu semua itu
namun
pernahkah engkau membayangkan orang disekitarmu yang hanya berotak sampah??
pernahkah kau memikirkan bahwa mereka yang berotak udang sangat ingin seperti kalian??
apakah engkau pernah berpikir bahwa sebenarnya hanya malu yang mereka dapat jika bersamamu?? 
 pernakah kau berpikir bahwa mereka telah berusaha sekuat tenaga tuk menjadi kalian??
dengan paksaan dan tangis harap yang tak kunjung tersampaikan dalam memori otak??
selalu didepan bukan tuk terlihat pintar namun berusaha untuk dapat mengerti memahami materi
sungguh 
cepat atau lambat dunia ini semakin pudar 
yang kuinginkan dari semua kiasan bumi ini adalah
janganlah menjadi budak kesombongan untuk membanggakan diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar